
link selengkapnya : @digitalindoacademy.com
Cara Mencatat Utang dalam Pembukuan
Utang merupakan kewajiban yang perlu dicatat dengan baik dalam pembukuan bisnis. Pencatatan utang membantu pemilik usaha mengetahui jumlah kewajiban, kepada siapa utang harus dibayar, dan kapan pembayaran perlu dilakukan.
Dengan pencatatan yang teratur, bisnis dapat mengelola kewajiban dan merencanakan pembayaran dengan lebih baik.
Apa:
Utang adalah kewajiban yang harus dibayar oleh bisnis kepada pihak lain, seperti pemasok, bank, atau pihak lainnya.
Siapa:
Utang dapat dicatat oleh pemilik usaha, admin, bendahara, atau bagian keuangan.
Kapan:
Utang dicatat ketika bisnis memiliki kewajiban pembayaran dan diperbarui ketika pembayaran dilakukan.
Di mana:
Pencatatan utang dapat digunakan pada UMKM, toko, perusahaan, bisnis online, maupun usaha lainnya.
Mengapa:
Pencatatan utang membantu mengetahui jumlah kewajiban dan mencegah pembayaran terlewat.
Bagaimana:
Catat sumber utang, jumlah, tanggal transaksi, tanggal jatuh tempo, pembayaran, dan sisa utang.
7 Langkah Mencatat Utang
1. Catat Tanggal Transaksi
Tuliskan tanggal ketika utang terjadi agar transaksi mudah dilacak.
2. Catat Pihak yang Memberikan Utang
Tuliskan nama pemasok, bank, atau pihak lain yang menjadi pemberi utang.
3. Catat Jumlah Utang
Masukkan jumlah kewajiban yang harus dibayar.
4. Tentukan Jatuh Tempo
Catat tanggal pembayaran yang telah disepakati.
5. Catat Pembayaran
Setiap pembayaran yang dilakukan harus dicatat agar jumlah utang dapat diperbarui.
6. Hitung Sisa Utang
Gunakan rumus:
Sisa Utang = Total Utang − Total Pembayaran
7. Periksa Secara Berkala
Periksa daftar utang untuk memastikan tidak ada kewajiban yang terlewat.
Contoh Catatan Utang
| Pihak | Total Utang | Pembayaran | Sisa Utang | Jatuh Tempo |
|---|---|---|---|---|
| Supplier A | Rp2.000.000 | Rp1.000.000 | Rp1.000.000 | 20/09/2026 |
| Supplier B | Rp1.500.000 | Rp500.000 | Rp1.000.000 | 25/09/2026 |
| Supplier C | Rp1.000.000 | Rp1.000.000 | Rp0 | 30/09/2026 |
Dari tabel tersebut, total sisa utang adalah:
Rp1.000.000 + Rp1.000.000 + Rp0 = Rp2.000.000
Mencatat Utang dengan Excel
Microsoft Excel dapat digunakan untuk membuat daftar utang dan menghitung sisa kewajiban.
Contoh rumus sisa utang:
=B2-C2
Keterangan:
- B2 = Total Utang
- C2 = Pembayaran
- Hasil = Sisa Utang
Untuk menjumlahkan seluruh sisa utang:
=SUM(D2:D10)
Tips Mengelola Utang
- Catat utang segera setelah transaksi.
- Simpan bukti transaksi.
- Tentukan tanggal jatuh tempo.
- Catat setiap pembayaran.
- Periksa sisa utang secara rutin.
- Pisahkan utang pribadi dan utang usaha.
- Gunakan Excel untuk membantu pencatatan.
Kesimpulan
Mencatat utang dengan benar membantu bisnis mengetahui jumlah kewajiban dan sisa pembayaran. Data yang teratur juga memudahkan pemilik usaha dalam merencanakan pembayaran.
Dengan bantuan Microsoft Excel, pencatatan utang dapat dilakukan menggunakan tabel dan rumus sederhana.
Ingin belajar pembukuan dengan Excel? Mulai buat daftar utang sederhana dan catat setiap pembayaran agar kondisi keuangan lebih mudah dipantau. Follow untuk mendapatkan tips Akuntansi dan Microsoft Office lainnya!
🔥 DAFTAR SEKARANG – KONSULTASI GRATIS! 🔥
Ingin memulai bisnis, mengembangkan ide usaha, atau membutuhkan panduan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha?
Kami siap membantu memberikan solusi terbaik untuk perjalanan bisnis Anda.
Keuntungan yang Anda Dapatkan:
- ✅ Gratis konsultasi
- ✅ Respon cepat
- ✅ Pelayanan ramah
- ✅ Solusi sesuai kebutuhan bisnis Anda
📍 Alamat Kantor:
Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No. 5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
📲 Konsultasi Sekarang:
Jangan hanya membuat data dan membiarkannya begitu saja. Pelajari cara membaca, mengolah, dan menyajikan data agar informasi dapat digunakan dengan lebih baik.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis!

