
link selengkapnya : digitalindoacademy@gmail.com
Apa Itu Jurnal Penutup dan Apa Fungsinya dalam Akuntansi?
Pengertian Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun-akun sementara. Akun sementara merupakan akun yang digunakan untuk mencatat aktivitas keuangan selama periode tertentu, seperti pendapatan, beban, dan prive pada usaha perseorangan.
Tujuan jurnal penutup adalah memindahkan saldo akun sementara ke akun permanen yang sesuai, sehingga akun pendapatan dan beban kembali memiliki saldo nol untuk memulai periode akuntansi berikutnya.
Jurnal penutup biasanya dibuat setelah laporan keuangan disusun dan sebelum perusahaan menyelesaikan seluruh proses akuntansi akhir periode.
Fungsi Jurnal Penutup
1. Menutup Akun Pendapatan
Akun pendapatan ditutup agar saldonya kembali nol pada awal periode berikutnya. Saldo pendapatan dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi.
2. Menutup Akun Beban
Akun beban juga ditutup pada akhir periode. Seluruh saldo beban dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi agar pencatatan beban pada periode berikutnya dimulai dari nol.
3. Mengetahui Laba atau Rugi Perusahaan
Jurnal penutup membantu memindahkan hasil perhitungan pendapatan dan beban ke akun modal atau saldo laba.
Dengan demikian, hasil kegiatan perusahaan selama satu periode dapat tercermin dalam ekuitas.
4. Menyiapkan Akun untuk Periode Berikutnya
Akun sementara ditutup agar pencatatan pendapatan dan beban pada periode berikutnya tidak tercampur dengan periode sebelumnya.
5. Membantu Proses Akuntansi Akhir Periode
Jurnal penutup merupakan salah satu tahapan dalam siklus akuntansi. Setelah jurnal penutup diposting, perusahaan dapat menyusun neraca saldo setelah penutupan untuk memeriksa saldo akun permanen.
Akun yang Ditutup dalam Jurnal Penutup
Akun yang umumnya ditutup pada akhir periode meliputi:
- Akun pendapatan
- Akun beban
- Akun ikhtisar laba rugi
- Akun prive pada usaha perseorangan
Akun aset, liabilitas, dan ekuitas tidak ditutup karena termasuk akun permanen. Saldo akun permanen tetap dibawa ke periode berikutnya.
Cara Membuat Jurnal Penutup
Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat jurnal penutup:
- Siapkan saldo akun pendapatan dan beban dari neraca saldo setelah penyesuaian.
- Tutup seluruh akun pendapatan ke akun ikhtisar laba rugi.
- Tutup seluruh akun beban ke akun ikhtisar laba rugi.
- Hitung saldo ikhtisar laba rugi untuk mengetahui laba atau rugi.
- Pindahkan saldo laba atau rugi ke akun modal atau saldo laba.
- Tutup akun prive ke akun modal jika perusahaan merupakan usaha perseorangan.
- Periksa kembali saldo akun setelah jurnal penutup diposting.
Contoh Jurnal Penutup
Sebuah usaha memiliki saldo akun berikut pada akhir periode:
| Akun | Saldo |
|---|---|
| Pendapatan Jasa | Rp20.000.000 |
| Beban Gaji | Rp5.000.000 |
| Beban Sewa | Rp3.000.000 |
| Beban Listrik | Rp1.000.000 |
| Prive | Rp2.000.000 |
Total beban:
Rp5.000.000 + Rp3.000.000 + Rp1.000.000 = Rp9.000.000
Laba sebelum prive:
Rp20.000.000 − Rp9.000.000 = Rp11.000.000
1. Menutup Akun Pendapatan
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Pendapatan Jasa | Rp20.000.000 | — |
| Ikhtisar Laba Rugi | — | Rp20.000.000 |
Akun pendapatan didebit agar saldonya menjadi nol.
2. Menutup Akun Beban
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Ikhtisar Laba Rugi | Rp9.000.000 | — |
| Beban Gaji | — | Rp5.000.000 |
| Beban Sewa | — | Rp3.000.000 |
| Beban Listrik | — | Rp1.000.000 |
Saldo seluruh akun beban menjadi nol setelah penutupan.
3. Memindahkan Laba ke Modal
Ikhtisar laba rugi memiliki saldo kredit sebesar Rp11.000.000 karena pendapatan lebih besar daripada beban.
Jurnal penutupnya:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Ikhtisar Laba Rugi | Rp11.000.000 | — |
| Modal | — | Rp11.000.000 |
Laba periode tersebut menambah modal pemilik.
4. Menutup Akun Prive
Pada usaha perseorangan, prive merupakan pengambilan dana atau aset oleh pemilik untuk keperluan pribadi.
Jurnal penutupnya:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Modal | Rp2.000.000 | — |
| Prive | — | Rp2.000.000 |
Prive mengurangi modal pemilik dan saldonya menjadi nol setelah penutupan.
Perbedaan Jurnal Penyesuaian dan Jurnal Penutup
| Aspek | Jurnal Penyesuaian | Jurnal Penutup |
|---|---|---|
| Tujuan | Memperbarui saldo akun agar sesuai kondisi akhir periode | Menutup akun sementara |
| Waktu | Umumnya sebelum laporan keuangan disusun | Setelah laporan keuangan disusun |
| Akun yang terlibat | Akun yang memerlukan penyesuaian | Pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive |
| Hasil | Saldo akun disesuaikan | Saldo akun sementara menjadi nol |
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan saat membuat jurnal penutup antara lain:
- Menutup akun aset atau liabilitas yang seharusnya tetap terbuka.
- Salah menghitung total pendapatan atau beban.
- Tidak menutup seluruh akun sementara.
- Keliru memindahkan laba atau rugi ke akun ekuitas.
- Tidak menutup akun prive pada usaha perseorangan.
- Tidak memeriksa kembali saldo setelah penutupan.
Pemeriksaan secara teliti membantu memastikan proses penutupan berjalan dengan benar.
Kesimpulan
Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun sementara, seperti pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive. Proses ini membantu memindahkan hasil kegiatan usaha ke akun ekuitas serta menyiapkan pencatatan untuk periode berikutnya.
Dengan memahami jurnal penutup, pemula dapat mempelajari siklus akuntansi secara lebih lengkap dan mengetahui tahapan yang dilakukan setelah laporan keuangan disusun.
🔥 DAFTAR SEKARANG – KONSULTASI GRATIS! 🔥
Ingin menguasai komputer dan Microsoft Office? Yuk, belajar bersama Digital Indo Academy!
- ✅ Gratis konsultasi
- ✅ Respon cepat
- ✅ Pelayanan ramah
- ✅ Materi sesuai kebutuhan peserta
📍 Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No. 5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413 📱 WhatsApp: +62 813-1982-2025
Konsultasi tidak dipungut biaya. Hubungi Digital Indo Academy dan mulai tingkatkan keterampilan komputer kamu!

