
Silahkan cek selanjutnya di : https://digitalindoacademy.com/
Strategi Pembuatan Konten TikTok dan YouTube Reels yang Viral
TikTok dan YouTube Reels kini menjadi dua platform paling efektif untuk mempercepat pertumbuhan personal branding maupun bisnis. Dengan durasi video pendek dan algoritma yang agresif dalam menyebarkan konten, siapa pun berpeluang viral – bahkan tanpa followers. Namun, agar konten benar-benar masuk FYP dan ditonton banyak orang, diperlukan strategi khusus. Berikut panduan lengkap tentang strategi pembuatan konten TikTok dan YouTube Reels yang viral, baik untuk pemula maupun kreator berpengalaman.
Gunakan Hook Kuat di 3 Detik Pertama
Penonton video pendek memutuskan untuk lanjut atau skip hanya dalam hitungan detik. Oleh karena itu, pembuka video harus langsung memancing rasa penasaran. Beberapa contoh hook yang efektif:
- “Kalian pasti belum tahu kalau…”
- “Banyak orang salah paham tentang ini…”
- “Coba tebak ini harga berapa…”
Buat Konten dengan Format yang Mudah Dipahami
Konten viral bukan selalu karena kualitas kamera yang bagus, tetapi karena formatnya mudah dinikmati. Beberapa format yang terbukti sering masuk FYP:
- Before-after atau proses transformasi
- Tips atau tutorial singkat
- Cerita pengalaman pribadi (storytelling)
- Fakta unik atau fun fact
- Reaction atau pendapat terhadap tren
Manfaatkan Tren Secara Cerdas
Tren adalah bahan bakar utama dalam pertumbuhan konten video pendek. Baik di TikTok maupun YouTube Reels, algoritma sangat menyukai konten yang menggunakan elemen-elemen viral seperti lagu populer, filter baru, challenge, atau topik yang sedang ramai dibicarakan. Namun, banyak kreator pemula yang melakukan kesalahan fatal: ikut tren hanya demi viral, tanpa mempertimbangkan relevansi dengan identitas atau niche mereka.
Fokus pada Retensi dan Konsistensi
Algoritma TikTok dan YouTube Reels memberi nilai tinggi pada watch time. Artinya, semakin lama penonton menonton, semakin besar peluang videomu disebarkan lebih luas. Selain itu, konsistensi upload juga penting. Bahkan jika kualitas belum sempurna, kreator yang konsisten jauh lebih mudah mendapatkan momentum viral.
Tutup dengan CTA (Ajak Tindakan)
Banyak kreator lupa memberikan ajakan di akhir video. Padahal, satu kalimat sederhana bisa meningkatkan interaksi secara drastis. Gunakan kata-kata seperti:
- “Kalau kalian mau part 2, komen ya!”
- “Follow kalau mau tips lainnya!”
- “Tag temanmu yang butuh lihat ini!”
Daftar Sekarang
- Lokasi : Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No.5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16414
- Website : https://digitalindoacademy.com/
- WhatsApp : 0813 – 1932 – 2025
- Email : Digilindoacademy@gmail.com
