
link selengkapnya : @digitalindoacademy.com
Panduan Menghitung Break Even Point untuk Pemula
Break Even Point atau BEP merupakan salah satu konsep penting dalam perencanaan bisnis. Dengan menghitung BEP, pemilik usaha dapat mengetahui jumlah penjualan yang diperlukan agar pendapatan dapat menutup biaya usaha.
Memahami BEP dapat membantu pemula melihat hubungan antara biaya, harga jual, dan jumlah produk yang perlu dijual.
Apa:
Break Even Point atau BEP adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga bisnis belum memperoleh laba maupun mengalami rugi.
Siapa:
BEP dapat digunakan oleh pemilik usaha, pelaku UMKM, calon pengusaha, maupun bagian keuangan.
Kapan:
BEP dapat dihitung sebelum memulai usaha atau ketika melakukan perencanaan dan evaluasi bisnis.
Di mana:
BEP dapat digunakan pada berbagai jenis bisnis yang menjual produk atau jasa.
Mengapa:
BEP membantu mengetahui target penjualan yang diperlukan untuk menutup biaya usaha.
Bagaimana:
Tentukan biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual, kemudian gunakan rumus BEP yang sesuai.
7 Langkah Menghitung BEP
1. Tentukan Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang relatif tidak berubah berdasarkan jumlah produksi dalam periode tertentu.
Contohnya:
- Sewa tempat
- Biaya administrasi
- Gaji tetap
- Biaya langganan tertentu
2. Tentukan Biaya Variabel
Biaya variabel dapat berubah sesuai jumlah produk yang dibuat atau dijual.
Contohnya:
- Bahan baku
- Kemasan
- Biaya produksi per unit
3. Tentukan Harga Jual
Tentukan harga jual untuk setiap unit produk.
4. Hitung Margin Kontribusi
Secara sederhana:
Margin Kontribusi per Unit = Harga Jual − Biaya Variabel per Unit
5. Gunakan Rumus BEP Unit
Rumus sederhananya:
BEP Unit = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual − Biaya Variabel per Unit)
6. Hitung Hasilnya
Masukkan seluruh data ke dalam rumus untuk mengetahui jumlah unit yang perlu dijual.
7. Gunakan Hasil sebagai Target
Hasil BEP dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam membuat target penjualan.
Contoh Perhitungan BEP
Misalnya sebuah usaha memiliki:
- Biaya tetap: Rp2.000.000
- Harga jual per produk: Rp50.000
- Biaya variabel per produk: Rp30.000
Maka:
BEP = Rp2.000.000 ÷ (Rp50.000 − Rp30.000)
BEP = Rp2.000.000 ÷ Rp20.000
BEP = 100 unit
Artinya, berdasarkan contoh tersebut, bisnis perlu menjual 100 unit untuk mencapai titik impas.
Contoh Menggunakan Excel
Jika:
- Biaya tetap berada di B2
- Harga jual berada di B3
- Biaya variabel berada di B4
Rumus BEP unit dapat dibuat:
=B2/(B3-B4)
Excel akan menghitung jumlah unit berdasarkan data yang dimasukkan.
Tips Menghitung BEP
- Gunakan data biaya yang sesuai.
- Bedakan biaya tetap dan biaya variabel.
- Periksa harga jual produk.
- Perbarui perhitungan jika biaya berubah.
- Gunakan Excel untuk mempermudah perhitungan.
- Jadikan BEP sebagai salah satu bahan evaluasi bisnis.
Kesimpulan
Break Even Point membantu pemilik usaha mengetahui jumlah penjualan yang diperlukan untuk menutup biaya. Dengan memahami biaya tetap, biaya variabel, dan harga jual, perhitungan BEP dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Bagi pemula, Excel juga dapat digunakan untuk membuat perhitungan BEP secara sederhana.
Ingin belajar dasar perencanaan bisnis? Coba hitung BEP produk sederhana menggunakan Excel dan pahami hubungan antara biaya, harga, dan jumlah penjualan. Follow untuk mendapatkan tips Akuntansi dan bisnis lainnya!
🔥 DAFTAR SEKARANG – KONSULTASI GRATIS! 🔥
Ingin memulai bisnis, mengembangkan ide usaha, atau membutuhkan panduan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha?
Kami siap membantu memberikan solusi terbaik untuk perjalanan bisnis Anda.
Keuntungan yang Anda Dapatkan:
- ✅ Gratis konsultasi
- ✅ Respon cepat
- ✅ Pelayanan ramah
- ✅ Solusi sesuai kebutuhan bisnis Anda
📍 Alamat Kantor:
Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No. 5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
📲 Konsultasi Sekarang:
Jangan hanya membuat data dan membiarkannya begitu saja. Pelajari cara membaca, mengolah, dan menyajikan data agar informasi dapat digunakan dengan lebih baik.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis!

