
link selengkapnya : @digitalindoacademy.com
Panduan Membuat Laporan Arus Kas Dasar
Laporan arus kas membantu melihat pergerakan uang masuk dan uang keluar dalam sebuah usaha selama periode tertentu. Dengan laporan yang rapi, pemilik usaha dapat mengetahui dari mana uang berasal dan untuk apa uang digunakan.
Bagi pemula, laporan arus kas dapat dibuat menggunakan tabel sederhana dengan bantuan Microsoft Excel.
Apa:
Laporan arus kas adalah catatan mengenai pemasukan dan pengeluaran kas dalam suatu periode tertentu.
Siapa:
Laporan arus kas dapat dibuat oleh pemilik usaha, bendahara, admin keuangan, maupun bagian akuntansi.
Kapan:
Laporan dapat dibuat secara harian, mingguan, bulanan, atau sesuai periode yang dibutuhkan.
Di mana:
Laporan arus kas dapat digunakan pada UMKM, toko, perusahaan, organisasi, maupun usaha rumahan.
Mengapa:
Laporan arus kas membantu mengetahui kondisi kas dan memantau penggunaan uang dalam kegiatan usaha.
Bagaimana:
Catat saldo awal, masukkan seluruh kas masuk dan kas keluar, kemudian hitung saldo akhir.
7 Langkah Membuat Laporan Arus Kas
1. Tentukan Periode
Tentukan periode laporan, misalnya satu minggu atau satu bulan.
2. Catat Saldo Awal
Saldo awal merupakan jumlah kas yang tersedia pada awal periode.
3. Catat Kas Masuk
Masukkan semua uang yang diterima usaha, seperti hasil penjualan atau pembayaran dari pelanggan.
4. Catat Kas Keluar
Catat pengeluaran seperti pembelian barang, listrik, transportasi, sewa, dan kebutuhan usaha lainnya.
5. Kelompokkan Transaksi
Pisahkan transaksi kas masuk dan kas keluar agar pencatatan lebih mudah diperiksa.
6. Hitung Arus Kas Bersih
Gunakan rumus sederhana:
Arus Kas Bersih = Total Kas Masuk − Total Kas Keluar
7. Hitung Saldo Akhir
Gunakan rumus:
Saldo Akhir = Saldo Awal + Arus Kas Bersih
Contoh Laporan Arus Kas Sederhana
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Saldo Awal | Rp5.000.000 |
| Kas Masuk | Rp8.000.000 |
| Kas Keluar | Rp4.000.000 |
| Arus Kas Bersih | Rp4.000.000 |
| Saldo Akhir | Rp9.000.000 |
Perhitungannya:
Rp8.000.000 − Rp4.000.000 = Rp4.000.000
Kemudian:
Rp5.000.000 + Rp4.000.000 = Rp9.000.000
Jadi, saldo akhir dalam contoh tersebut adalah Rp9.000.000.
Membuat Laporan Arus Kas dengan Excel
Excel dapat digunakan untuk membuat tabel pemasukan dan pengeluaran. Misalnya, total kas masuk berada di kolom C dan kas keluar di kolom D.
Gunakan rumus:
=SUM(C2:C10)
untuk menghitung total kas masuk.
Untuk kas keluar:
=SUM(D2:D10)
Setelah itu, hasilnya dapat digunakan untuk menghitung arus kas bersih dan saldo akhir.
Tips Membuat Laporan Arus Kas
- Catat transaksi secara rutin.
- Simpan bukti transaksi.
- Pisahkan kas masuk dan kas keluar.
- Gunakan periode yang jelas.
- Periksa kembali setiap angka.
- Gunakan Excel untuk membantu perhitungan.
- Lakukan evaluasi secara berkala.
Kesimpulan
Laporan arus kas dasar membantu mengetahui pergerakan uang masuk dan keluar dalam sebuah usaha. Dengan pencatatan yang teratur, kondisi kas dapat lebih mudah dipantau.
Microsoft Excel juga dapat membantu membuat tabel, menjumlahkan transaksi, dan menghitung saldo akhir secara lebih praktis.
Ingin belajar mengelola keuangan usaha? Mulai buat laporan arus kas sederhana dan catat setiap pemasukan serta pengeluaran secara rutin. Follow untuk mendapatkan tips Akuntansi dan Microsoft Office lainnya!
🔥 DAFTAR SEKARANG – KONSULTASI GRATIS! 🔥
Ingin memulai bisnis, mengembangkan ide usaha, atau membutuhkan panduan untuk meningkatkan kemampuan wirausaha?
Kami siap membantu memberikan solusi terbaik untuk perjalanan bisnis Anda.
Keuntungan yang Anda Dapatkan:
- ✅ Gratis konsultasi
- ✅ Respon cepat
- ✅ Pelayanan ramah
- ✅ Solusi sesuai kebutuhan bisnis Anda
📍 Alamat Kantor:
Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No. 5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413
📲 Konsultasi Sekarang:
Jangan hanya membuat data dan membiarkannya begitu saja. Pelajari cara membaca, mengolah, dan menyajikan data agar informasi dapat digunakan dengan lebih baik.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan konsultasi gratis!

