Untitled design (5)
<linearGradient id="sl-pl-triple-spinner-svg-grad01" linear-gradient(90deg, #ff8c59, #ffb37f 24%, #a3bf5f 49%, #7ca63a 75%, #527f32)
0%
Loading ...

Email : Digitalindoacademy@gmail.com | Hubungi : 0813-1982-2025 | Jam Operasional : 09:00 – 22:00 WIB

Apa Itu Buku Besar dan Fungsinya dalam Akuntansi?

link selengkapnya : digitalindoacademy@gmail.com

Apa Itu Buku Besar dan Fungsinya dalam Akuntansi?

Pengertian Buku Besar

Buku besar adalah kumpulan akun yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokkan transaksi keuangan perusahaan berdasarkan jenis akunnya. Buku besar disusun setelah transaksi dicatat dalam jurnal umum atau jurnal khusus.

Setiap akun memiliki catatan tersendiri, seperti akun kas, piutang usaha, persediaan, utang usaha, modal, pendapatan, dan beban. Dengan adanya buku besar, perusahaan dapat mengetahui perubahan serta saldo setiap akun secara lebih teratur.

Buku besar merupakan salah satu bagian penting dalam proses akuntansi karena menjadi dasar penyusunan neraca saldo dan laporan keuangan.

Fungsi Buku Besar dalam Akuntansi

1. Mengelompokkan Transaksi Keuangan

Buku besar membantu mengelompokkan transaksi berdasarkan akun yang terpengaruh. Misalnya, transaksi penerimaan uang dicatat pada akun kas, sedangkan transaksi pembelian perlengkapan dicatat pada akun perlengkapan.

Pengelompokan ini membuat pencatatan keuangan lebih rapi dan mudah dipahami.

2. Mengetahui Saldo Setiap Akun

Melalui buku besar, perusahaan dapat mengetahui saldo terakhir dari masing-masing akun. Saldo tersebut diperoleh dari perhitungan antara jumlah debit dan kredit.

Informasi ini membantu perusahaan memantau kondisi akun, seperti jumlah kas yang tersedia atau besarnya utang yang masih harus dibayar.

3. Mempermudah Penyusunan Neraca Saldo

Saldo setiap akun dalam buku besar digunakan untuk menyusun neraca saldo. Neraca saldo berisi daftar saldo akun pada akhir periode tertentu.

Dengan demikian, buku besar membantu proses pemeriksaan pencatatan sebelum perusahaan menyusun laporan keuangan.

4. Membantu Pemeriksaan Transaksi

Buku besar dapat digunakan untuk menelusuri transaksi yang telah dicatat. Jika terdapat kesalahan atau saldo yang tidak sesuai, perusahaan dapat memeriksa kembali catatan pada akun terkait dan mencocokkannya dengan jurnal.

5. Menjadi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Informasi dari buku besar digunakan dalam penyusunan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan.

Akun pendapatan dan beban digunakan untuk menghitung laba atau rugi, sedangkan akun aset, liabilitas, dan ekuitas digunakan untuk menyusun laporan posisi keuangan.

Perbedaan Jurnal Umum dan Buku Besar

Jurnal umum dan buku besar memiliki fungsi yang saling berkaitan, tetapi keduanya tidak sama.

AspekJurnal UmumBuku Besar
FungsiMencatat transaksi secara kronologisMengelompokkan transaksi berdasarkan akun
SusunanBerdasarkan tanggal transaksiBerdasarkan nama akun
IsiTanggal, akun debit, akun kredit, dan keteranganMutasi debit, kredit, dan saldo akun
KegunaanMenjadi catatan awal transaksiMengetahui saldo setiap akun dan membantu penyusunan neraca saldo

Bentuk Buku Besar

Buku besar dapat disusun dalam beberapa bentuk, salah satunya bentuk T. Bentuk ini memiliki dua sisi, yaitu debit di sebelah kiri dan kredit di sebelah kanan.

Contoh Buku Besar Akun Kas

Periode: Januari 2026

DebitKredit
1 Jan — Rp5.000.0003 Jan — Rp1.000.000
8 Jan — Rp2.000.00010 Jan — Rp500.000
Total Rp7.000.000Total Rp1.500.000

Saldo akhir kas: Rp5.500.000

Contoh tersebut menunjukkan bahwa akun kas menerima pencatatan debit sebesar Rp7.000.000 dan kredit sebesar Rp1.500.000. Karena kas termasuk akun aset yang saldo normalnya berada di debit, saldo akhirnya adalah Rp5.500.000.

Cara Membuat Buku Besar

Berikut langkah-langkah sederhana untuk membuat buku besar:

  1. Catat transaksi dalam jurnal. Pastikan transaksi sudah dianalisis dan dicatat pada akun debit serta kredit yang sesuai.
  2. Siapkan akun buku besar. Buat akun untuk setiap jenis transaksi, seperti kas, piutang, perlengkapan, utang, modal, pendapatan, dan beban.
  3. Pindahkan data dari jurnal. Masukkan tanggal, keterangan, dan nilai transaksi ke akun yang sesuai. Proses ini disebut posting.
  4. Hitung saldo akun. Jumlahkan sisi debit dan kredit, kemudian tentukan saldo akhirnya sesuai jenis akun.
  5. Periksa kembali pencatatan. Cocokkan saldo buku besar dengan jurnal dan dokumen transaksi.
  6. Susun neraca saldo. Gunakan saldo akhir setiap akun untuk membuat daftar saldo pada akhir periode.

Contoh Sederhana Pencatatan Buku Besar

Pada 1 Januari 2026, pemilik usaha menyetorkan modal tunai sebesar Rp10.000.000. Pada 3 Januari 2026, perusahaan membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp2.000.000.

Pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut:

TanggalAkunDebitKredit
1 JanuariKasRp10.000.000—
Modal—Rp10.000.000
3 JanuariPerlengkapanRp2.000.000—
Kas—Rp2.000.000

Setelah dipindahkan ke buku besar, saldo akun kas menjadi:

  • Debit dari setoran modal: Rp10.000.000
  • Kredit dari pembelian perlengkapan: Rp2.000.000
  • Saldo akhir kas: Rp8.000.000

Sementara itu, akun perlengkapan memiliki saldo debit sebesar Rp2.000.000 dan akun modal memiliki saldo kredit sebesar Rp10.000.000.

Contoh ini menunjukkan bahwa buku besar membantu perusahaan melihat perubahan saldo setiap akun setelah transaksi dicatat.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Buku Besar

Agar pencatatan akuntansi lebih akurat, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Salah menentukan akun yang digunakan.
  • Memasukkan nilai transaksi ke sisi debit atau kredit yang keliru.
  • Tidak memindahkan seluruh transaksi dari jurnal.
  • Salah menghitung saldo akhir akun.
  • Tidak mencocokkan catatan dengan bukti transaksi.
  • Menggunakan nama akun yang tidak konsisten.

Pemeriksaan secara berkala dapat membantu menemukan kesalahan lebih awal sehingga proses penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah.

Kesimpulan

Buku besar adalah catatan akuntansi yang mengelompokkan transaksi berdasarkan akun. Fungsinya meliputi mengetahui saldo setiap akun, mempermudah pemeriksaan transaksi, membantu penyusunan neraca saldo, dan menjadi dasar pembuatan laporan keuangan.

Dengan memahami cara kerja buku besar, pemula dapat mempelajari proses akuntansi secara lebih terstruktur dan memahami hubungan antara jurnal, buku besar, neraca saldo, serta laporan keuangan.

🔥 DAFTAR SEKARANG – KONSULTASI GRATIS! 🔥

Ingin menguasai komputer dan Microsoft Office? Yuk, belajar bersama Digital Indo Academy!

  • ✅ Gratis konsultasi
  • ✅ Respon cepat
  • ✅ Pelayanan ramah
  • ✅ Materi sesuai kebutuhan peserta

📍 Ruko Mitra Niaga, Jl. Raya Abdul Gani No. 5, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413 📱 WhatsApp: +62 813-1982-2025

Konsultasi tidak dipungut biaya. Hubungi Digital Indo Academy dan mulai tingkatkan keterampilan komputer kamu!

Share:

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

link selengkapnya : @digitalindoacademy.com Cara Menggabungkan Skill Excel dan Akuntansi Microsoft Excel dan akuntansi merupakan dua kemampuan yang dapat saling mendukung...
link selengkapnya : @digitalindoacademy.com Tips Mengontrol Pengeluaran Perusahaan Mengontrol pengeluaran merupakan bagian penting dalam mengelola keuangan perusahaan. Pengeluaran yang tidak dicatat...
link selengkapnya : @digitalindoacademy.com Cara Menghitung Persentase Keuntungan Bisnis Mengetahui persentase keuntungan membantu pemilik usaha memahami hasil yang diperoleh dari kegiatan...